Senin, 11 Februari 2013

Contoh Esai

Esai sastra adalah karangan prosa yang mengupas secara sepintas namun akurat, padat, dan berisi mengenai masalah kesusastraan, seni, dan budaya dari sudut pandang penulisnya secara subjektif.
Cara membuat esai:
  1. tentukan tema yang paling Anda kuasai;
  2. carilah bahan;
  3. buatlah outline atau poin-poin yang akan Anda bicarakan;
  4. tentukan judul;
  5. mulailah mengembangkan kerangka karangan.
Cara mengembangkan kerangka karangan esai:
  1. untuk memudahkan karangan, mulailah dengan sebuah definisi;
  2. kembangkan karangan dengan deskripsi situasi;
  3. masukan pandangan seorang ahli;
  4. buatlah kalimat-kalimat tunggal dan kalimat majemuk setara atau bertingkat dengan struktur yang sederhana;
  5. untuk memudahkan menguraikan paragraf gunakan paragaraf-paragraf deduktif;
  6. esai biasa adalah karangan argumentasi.
Berikut ini adalah sebuah contoh esai yang telah saya tulis :



Dunia Transportasi Indonesia perlu Berbenah



            Sarana dan Prasarana Transportasi adalah salah satu faktor penting di Indonesia karena dengan sarana dan prasarana transportasi itulah seluruh daerah di Indonesia dapat terhubung sehingga berbagai macam kegiatan dapat berjalan dengan lancer. Pemerintah telah menyediakan jasa transportasi umum seperti Bus, Kereta Api, Pesawat, Kapal Laut dan sebagainya untuk melayani masyarakat dalam melakukan berbagai macam aktivitas.
            Namun yang menjadi masalah ketika sebagian besar masyarakat menilai bahwa pelayanan transportasi umum di Indonesia masih belum mencapai kata “memuaskan”, sehingga masyarakat kini lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. Hal ini disebabkan karena buruknya pelayanan sarana dan prasarana transportasi umum yang telah disediakan.
            Misalnya saja pada transportasi darat seperti Kereta Api. Kereta Api merupakan alat transportasi favorit dikalangan masyarakat, namun pelayanan dari kereta api itu sendiri masih belum memuaskan bagi para pelanggannya karena seringkali kereta api mengalami keterlambatan pada waktu kedatangan dan keberangkatannya, selain itu sistem keamanan di dalam kereta api itu sendiri masih belum terjamin, seringkali para penumpangnya mengalami kecopetan. Tidak hanya hal itu saja, masih banyak ditemukan kelemahan-kelemahan yang lain seperti masih seringnya terjadi kecelakaan baik itu secara teknis maupun nonteknis, kondisi gerbong yang tidak terawat, meskipun tarif tiket dinaikkan untuk perbaikan sarana kereta api, tetapi tetap saja belum ada perubahan yang berarti terhadap kondisi gerbong kereta api, selain itu belum adanya inisiatif penambahan banyaknya armada kereta api agar dapat mengakomodasi kebutuhan rakyat. Akan tetapi realitanya armada yang telah ada sangatlah kurang sehingga antrian seringkali terjadi hingga banyaknya penumpang yang nekat duduk di atas gerbong yang tentu saja hal tersebut sangat berbahaya.
            Terlepas dari sarana kereta api, prasarana seperti stasiun juga perlu dibenahi, seringkali system keamanan stasiun mengkhawatirkan seperti banyaknya “Gepeng”, pencuri atau pencopet dan lain-lain. Selain itu kebersihan stasiun masih kurang bersih karena banyaknya sampah-sampah yang berceceran di stasiun, sehingga hal ini dapat merusak keindahan lingkungan stasiun dan menimbulkan rasa gerah pada penumpang di stasiun.
            Sama halnya dengan kereta api, pelayanan bus umum juga belum memuaskan para pelanggannya karena bus umum juga seringkali mengalami keterlambatan waktu, keamanan yang belum terjamin, kondisi bus yang tidak terawat bahkan sudah tidak layak untuk dioperasikan lagi sehingga banyak masyarakat yang enggan menggunakan jasa transportasi bus umum dan lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi untuk beraktivitas. Hal ini dapat menyebabkan volume penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang jauh lebih banyak dan berakibat langkanya BBM, lalulintas menjadi bertambah padat yang akan menimbulkan macet dan berdampak pada polusi udara.
            Tidak hanya sarana bus saja, tetapi prasana seperti halte keadaannya sungguh memprihatinkan, banyak halte bus yang rusak, terkadang halte tersebut kondisinya sangat kotor sudah menjadi pemandangan yang umum di masyarakat.
            Beralih ke transportasi udara dan laut seperti pesawat dan kapal laut. Pesawat juga masih belum memberikan pelayanan yang baik, masih sering terjadi kecelakaan pesawat baik itu oleh faktor human error, kesalahan non teknis, kecelakaan saat lepas landas, mendarat, dan saat sedang dalam perjalanan, selain itu keamanan di bandara juga masih belum aman dan disiplin. Demikian halnya dengan kapal laut yang juga masih sering mengalami kecelakaan dan keamanan pelabuhan yang masih lengang dan belum ketat.
            Selain sarana transportasi yang belum memuaskan, ternyata prasarana transportasi umum keadaannya juga tidak beda jauh dengan sarana itu sendiri, seperti banyaknya aspal dan jembatan yang rusak, rel dan bantalan kereta yang hilang dicuri, landasan udara yang belum sesuai standar dengan dunia penerbangan internasional dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut dapat mengganggu kelancaran transportasi itu sendiri, akibatnya para pengguna jasa-jasa tersebut yang dirugikan.
            Melihat fakta-fakta diatas, pemerintah perlu bertindak dengan segera mencari solusi yang cerdas dan solutif agar segera dapat memecahkan berbagai permasalahan di dunia transportasi Indonesia. Peningkatan pelayanan transportasi adalah hal yang mutlak harus segera dilakukan disamping penekanan penambahan jumlah kendaraan pribadi. Dengan pelayanan transportasi yang nyaman serta keamanan yang terjamin akan membuat masyarakat tidak ragu lagi menggunakan transportasi umum yang dengan sendirinya akan dapat menekan jumlah penggunaan kendaraan pribadi. Disamping itu juga diperlukan adanya kesadaran dari masyarakat sendiri untuk ikut merawat dan menjaga sarana serta prasarana transportasi umum yang telah disediakan oleh pemerintah untuk masyarakatnya. Hal tersebut juga perlu dilakukan demi kebaikan semua masyarakat pengguna transportasi umum itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar